Pemateri: Ust. H. Dadi Supriadi

2 Januari 2011

Alhamdulillah sampai saat ini Allah masih memberikan kita nikmat panjang umur. Pertanyaannya, panjang umur itu nikmat bukan? Nikmat

Harus disyukuri tidak? Harus

Bagaimana cara mensyukurinya?

(QS14. Ibrahim ayat 7)

7. dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Kalau kita tidak mensyukuri nikmat panjang umur yang telah Allah berikan, hati-hati nanti umur kita yang akan mengazab kita.

Kalau melihat makna syukur, syukur artinya berterima kasih kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Karena apapun nikmatnya semuanya dari Allah.

(QS4. An Nisaa’ ayat 79)

79. apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi.

Wujud syukurnya, memanfaatkan nikmat yang diberikan Allah sesuai dengan yang memberikan. Allah memberikan nikmat panjang umur punya maksud ga? Punya.. apa? Apa? Ayo apa?

Apa wujud syukur memanfaatkan umur sesuai dengan keinginan yang memberikan umur apa?

Umur kita sudah ditentukan waktunya dan ditulis dalam lauh mahfudz..

(QS35. Faathir ayat 11)

11. dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

Jatah kita sudah tercatat belum? Sudah..

Kembali pertanyaannya. Allah memberikan nikmat panjang umur punya maksud ga? Punya.. apa? Supaya apa? Apa yang pasti..? yuk kita liat ayatnya..

(QS35. Faathir ayat 37)

37. dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami niscaya Kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah Kami kerjakan”. dan Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Ada yang teriak di neraka, ayat ini pasti ga? Pasti.. Allah memberitahu kita hal ini kenapa? Apa maksudnya? Supaya kita jangan sampai teriak-teriak di neraka.. jangan sampai kita mengalami. Berarti Allah sayang ga sama kita? Sayang..

Apa yang diteriakannya? Ungkapan penyesalan.. minta perpanjangan waktu. Minta dikasih umur panjang. Tapi sudah telat..

Nah kita masih dikasih umur panjang.. maka Allah mau supaya kita jangan sampai menyesal kayak gitu..

Malah Allah tanya.. “kan umur kamu sudah di kasih panjang.. umurmu dipake apa?”

Kenapa Allah kasih panjang umur buat kita? Disuruh berpikir.. disuruh mikir.. bisa ga dikerjain? Bisa..

Cuma apa yang dipikirin? Apa yang harus kita pikirin? Cabe rawit yang 70000 sekarang? Apa?

Allah tanya lagi.. “selama hidupnmu ada ga peringatan sampai?”

Jadi kalau kita mensyukuri nikmat panjang umur dengan cara apa? Berpikir… Cuma apa yang dipikirin? Yuk kita liat ayatnya…

(QS59. Al Hasyr ayat 18)

18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Orang beriman dipanggil.. kita dipanggil, disuruh takwa. Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat). Jadi Allah mau kita ngapain? Allah mau kita mikirin gimana persiapan kita hidup di akhirat nanti..

Adanya terompet tahun baru untuk kita sebagai peringatan bahwa nanti terompet itu akan ditiup oleh malaikat isrofil. Jadi tahun baru adalah sebagai lonceng.

(QS32. As Sajdah ayat 11)

11. Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.”

Malaikat mau dikasih tugas oleh Allah untuk datang kepada manusia untuk mencabut nyawa. Pasti ga? Pasti.. semua akan kembali kepada siapa? Kepada Allah..

Kita bisa melihat kesuksesan kematian kita berdasarkan perilaku izroil saat datang kepada kita.

(QS16. An Nahl ayat 32)

32. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.

Nah kalo izroil datang kepada kita ngucapin salam berarti kita sukses matinya.. itu harapan kita pak, bu.. jadi gambaran surga telah digambarkan saat kita sakarat.

Milih yang ini? Iya.. ntar ada kerjaannya..

Jangan sampai sakarat kita didatengin izroil seperti ini nih…

(QS8. Al Anfaal ayat 50)

50. kalau kamu melihat ketika Para Malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).

Nah.. kalau malaikat datang-datang langsung nabok, nampol, mukul muka.. gagal udah kayak gitu. Kalau sudah kayak gitu sudah tidak ada kesempatan lagi.

Kira-kira Allah ngasih tau ayat ini sayang ga sama kita? Sayang.. supaya apa? Supaya kita jangan sampai ditabok sama malaikat.

Saat itu gambaran neraka sudah di depan mata.

Pilih yang pertama apa yang kedua? Yang pertama..

Makanya orang kafir itu saat sakaratnya kaget dia. Kenapa? Karena dia tidak siap.. gimana kagetnya.. nih kayak gini..

(QS21. Al Anbiyaa’ ayat 97)

97. dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), Maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (mereka berkata): “Aduhai, celakalah Kami, Sesungguhnya Kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan Kami adalah orang-orang yang zalim”.

Matanya terbelalak.. melotot.. baru sadar ternyata yang Allah janjikan itu benar. Baru menyesal bahwa telah melalaikan umur yang telah diberi. Belum siap.. tiba-tiba datang dan tidak bisa diundur sedikitpun. Ngaku tentang kelalaiannya.

Allah menceritakan ayat ini sudah terjadi belum? Sudah.. dan akan terjadi ga? Akan..

Allah menceritakan ayat ini supaya kita tidak mengalami, jangan sampai kita seperti itu.

Sekarang panjang umur masih ada pada diri kita. Maka cara mensyukurinya gimana? Tadi, memikirkan kehidupan akhirat.. tujuan utamanya akhirat.

Dua hal yang diperhatikan.. pertama, memperhatikan apa yang telah diperbuat.. tapi tidak banyak yang bisa kita lalukan, yaitu memperhatikan dosa-dosa yang telah dilakukan.

Hal yang kedua, bagaimana kita menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan dan memperbanyak amal yang sesuai dengan maunya Allah. Karena banyak orang yang banyak amalnya tapi tidak diterima Allah.

  1. Proyek menghapus dosa..

Kita harus rajin bermuhasabah.. kira-kira banyak ga dosa yang telah kita kerjakan? Banyak.. introspeksi tuh ngapain bu? Cari salah.. ngorek-ngorek kesalahan kita.. untuk dihapus. Mungkin ga dihapus? Mungkin.. yuk kita lihat ayatnya…

(QS8. Al Anfaal ayat 29)

29. Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

jadi mungkin ga kesalahan kita dihapus? Mungkin… kenapa? Karena kita takwa..

nah itu yang jadi proyek kita pertama.. menghapus dosa, karena surga tempat orang yang tidak punya surga.. tapi mungkin ga manusia tidak punya dosa? Tidak.. tapi mungkin ga menghapus doa? Mungkin…

sekarang kita lihat umur kita.. misalnya 70 tahun

berapa banyak kita tidur? 8 jam, berarti selama 70tahun kita tidur sekitar 23 tahun.. berarti sisanya 47 tahun.. dipotong sama saat kita dari kecil sampai baligh sekitar 15 tahun.. sisanya 32 tahun.. nah dipotong sama pikun berapa? Hahaha…

nah artinya waktu kita untuk mempersiapkan diri panjang apa pendek? Pendek.. banyak apa sedikit? Sedikit..

wujud syukurnya gimana? Wujud takwanya gimana?

(QS11. Huud ayat 3)

3. dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.

Nah jadi kita harus mohon ampun.. dan taubat.. mohon ampun mudah gak? Mudah.. karena mohon ampun itu Cuma janji.. berjanji mudah ga? Mudah..

Nah yang susah itu taubat. Karena taubat itu menepati janji..

Taubatnya gimana?

(QS66. At Tahriim ayat 8)

8. Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Jadi kalo taubat gimana? Semurni-murninya, bahasa arabnya taubat nasuha.. ngomongnya sih gampang, Cuma prakteknya gimana.. taubat nasuha itu yang seperti apa sih? Prakteknya apa sih? Nah kita lihat…

(QS3. Ali ‘Imran ayat 135)

135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Nah jadi orang yang mohon ampun harus diikuti dengan apa? Tidak meneruskan perbuatan keji itu.. artinya apa? Perbuatannya tidak diulang… supaya tidak diulang harus apa bu? Harus tau kesalahannya… supaya tau kesalahannya harus apa bu? Harus introspeksi..

Mudah ga cari kesalahan kita? Tidak.. yang mudah cari kesalahan siapa? Cari kesalahan orang..

Bagaimana kita tidak mengulangi kesalahan kalau kita tidak tahu kesalahannya… jadi caranya adalah rajin mengoreksi diri, rajin mengakui kesalahan, dan melihat orang lain dari kelebihannya bukan kesalahannya…

Nah itu pertama taubat nasuha, tidak meneruskan salahnya…

Yang kedua.. nih

(QS4. An Nisaa’ ayat 17)

17. Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Nah.. jadi kalau taubat kapan? Segera… segera itu kapan? Sekarang.. jadi kalo sekarang ngapain? Mau ngapain? Jadi kapan segeranya? Sekarang… jadi ngapain sekarang? Jadi kapan segeranya? Kapan? Kapan kira-kira… nanti tuh zuhur.. setelah sholat segera mohon ampun kesalahan kita dari subuh sampai zuhur.. selesai shalat minta maaf sama orang yang kita salah tadi.. nah itu introspeksinya.. kalau 24 jam kita lakukan itu, kita punya dosa ga? Nah itu…jadi sholat itu event untuk taubat. Jadi taubat segera itu kapan? Manfaatkan waktu shalat.

Yang ketiga..

(QS2. Al Baqarah ayat 160)

160. kecuali mereka yang telah taubat dan Mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), Maka terhadap mereka Itulah aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.

Jadi taubat itu juga memperbaiki kesalahan.. jadi kapan memperbaikinya? Segera setelah sadar dan mohon ampun.

Itu dari titik sekarang ke belakang..

  1. Nah dari titik sekarang ke depan, masih ada waktu kita untuk apa? Untuk menambah amal. Cuma amal akan berambah kalau apa? Kalau diterima amal kita. Karena banyak orang yang beramal tapi tidak diterima.

Makanya nabi Ibrahim selalu berdoa..

(QS2. Al Baqarah ayat 127)

127. dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Kenapa nabi Ibrahim minta amalnya diterima? Berarti ada ga orang yang amalnya tidak diterima? Ada.. Allah menceritakan ayat ini supaya kita nyontoh dan supaya kita waspada.. jangan sampai kita rajin menabung tapi tabungannya kosong..

Suka atau tidak, iman atau kafir, kita semua akan digiring oleh Allah ke yang namanya YAUMIL MIZAN..

(QS23. Al Mu’minuun ayat 102-108)

102. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka mereka Itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.

103. dan Barangsiapa yang ringan timbangannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

104. muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam Keadaan cacat.

105. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

106. mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah dikuasai oleh kejahatan Kami, dan adalah Kami orang-orang yang sesat.

107. Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami daripadanya (dan kembalikanlah Kami ke dunia), Maka jika Kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang zalim.”

108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan aku.

Barangsiapa yang ringan timbangannya itu yang rugi. Kenapa rugi? Nah kalau orang yant tidak menabung, wajar ga kalo tabungannya kosong? Wajar.. nah yang rugi itu kalau sering nabung tapi tabungannya kosong…

(QS47. Muhammad ayat 8-9)

8. dan orang-orang yang kafir, Maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka.

9. yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.

Jadi kenapa rugi? Karena nilai amalnya dihapus.. karena apa? Karena kafir.. kafir disini apa? Benci kepada apa yang diturunkan Allah… apa yang diturunkan Allah? Al-Qur’an…

Ada ga orang islam yang mengatakan benci kepada Al-Qur’an? Tidak.. tapi kalau kita benci kepada seseorang, kita akan mendekat atau menjauh? Menjauh…

Nah jadi kalau orang selalu menjauhi qur’an artinya apa? Benci…

Jadi banyak orang yang membuktikan bahwa dirinya benci kepada Al-Qur’an..

Akibatnya apa? Amalnya dihapus oleh Allah…

(QS18. Al Kahfi ayat 103-106)

103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

105. mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia[896], Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak Mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

106. Demikianlah Balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.

[896] Maksudnya: tidak beriman kepada pembangkitan di hari kiamat, hisab dan pembalasan.

Allah memberitahukan kepada kita orang yang paling rugi perbuatannya.. yaitu orang yang sia-sia amal perbuatannya karena kufur/kafir kepada Al-Qur’an..

Nah kita beriman ga kepada Qur’an? Beriman… apa buktinya? Yuk kita lihat…

(QS2. Al Baqarah ayat 121)

121. orang-orang yang telah Kami berikan Al kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. dan Barangsiapa yang ingkar kepadanya, Maka mereka Itulah orang-orang yang rugi.

Siapa yang telah diberi kitab? Kita… kita dikasih kitab ga? Dikasih… kalau sudah dikasih quran diapain qurannya? Dibaca… nah bacanya yang sebenarnya.. tidak hanya sesederhana fasih lancar tajwid dan makhorijul hurufnya.. tidak sesederhana itu. Kita harus mengerti apa perintah dan larangan Allah..

Contoh.. kalau sedekah cari apa? Cari ridho Allah.. itu namanya pake ilmu.. karena apa? Karena sesuai dengan Quran..

(QS2. Al Baqarah ayat 272)

272. bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).

Boleh ga kita sedekah karena ingin penyakit sembuh? Karena ingin pangkat naik? Boleh..

(QS11. Huud ayat 15-16)

15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka Balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Tapi apa.. tapi ada tapinya.. nih… lanjut

16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

Jadi beramal harus pake ilmu ga? Harus… ilmunya dimana? Al-Qur’an…

Sekarang niat kerja dalam rangka apa? Mencari ridho Allah.. kalau orang beriman niat kerjanya untuk akhirat. Kalau orang tidak beriman niat kerjanya untuk dunia. Kalau niat kerja untuk akhirat, insya Allah kita akan menjaga, memelihara pekerjaan kita.

(QS17. Al Israa’ ayat 36)

36. dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Ini ayat perintah apa larangan? Larangan.. siapa yang melarang? Allah.. apa larangannya? Jangan mengikuti sesuatu yang tidak tahu ilmunya… jadi beramal perlu ilmu ga? Perlu…

Kembali ke surat 23 dari ayat 103

(QS23. Al Mu’minuun ayat 103-108)

103. dan Barangsiapa yang ringan timbangannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

104. muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam Keadaan cacat.

105. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

106. mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah dikuasai oleh kejahatan Kami, dan adalah Kami orang-orang yang sesat.

107. Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami daripadanya (dan kembalikanlah Kami ke dunia), Maka jika Kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang zalim.”

108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan aku.

Kekal di neraka kenapa? Karena nilai kebaikannya kosong.. yang ada nilai keburukannya… nilai keburukan bisa dihapus sekarang.. ada orang yang bilang, “orang islam pasti ke surga, walau ke neraka sebentar aja..” apa kata Allah tentang ini…

(QS2. Al Baqarah ayat 80-81)

80. dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

81. (Bukan demikian), yang benar: Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

(QS23. Al Mu’minuun ayat 105)

105. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

Pertanyaan siapa? Allah… Allah bertanya kepada siapa? Kepada penduduk neraka… apa pertanyaannya? Kenapa kamu mendustakan Al-Qur’an… nah insya Allah kegiatan kita hari ini dan setiap minggu menjadi bukti untuk membuktikan kepada Allah bahwa kita adalah bukan orang yang mendustakan Al-Qur’an..

Cuma cukup baca qurannya seminggu sekali? Tidak.. kapan? Selalu…

(QS23. Al Mu’minuun ayat 106-108)

106. mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah dikuasai oleh kejahatan Kami, dan adalah Kami orang-orang yang sesat.

107. Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami daripadanya (dan kembalikanlah Kami ke dunia), Maka jika Kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang zalim.”

108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan aku.

Orang di neraka ngaku ga? Ngaku.. ngaku apa? Ngaku salah.. Cuma pengakuannya berguna ga? Tidak… minta balik ke dunia dipanjangkan umur… makanya kita dikasih panjang umur, manfaatkan sebaik-baiknya untuk mempelajari Qur’an, memahaminya, mengamalkan serta mensyiarkannya.. tapi apa kata Allah? “betah-betah aja di neraka…”

Jadi itu, kita harus berilmu.. supaya amal kita punya nilai, harus punya ilmu…