Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. QS. 22;27

Jadi nyatalah oleh kita bahwa pergi berhaji itu ialah untuk memenuhi undangan Allah, dan dari kata “seru” ini  banyak persamaannya : serulah,  panggillah,  undanglah.

Sebagaimana lazimnya orang yang akan mendatangi undangan,  pasti  akan  mandi   kemudian  berhias  diri,  dan  mempersiapkan segalanya terlebih dahulu.

SIAPAKAH YANG DIUNDANG KE  MEKAH

Di dalam Al Qur’an Allah memberitahukan asal usul kejadian manusia. Kita terdiri dari ruhani dan jasmani; Allah berfirman :

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati  (berasal)   dari  tanah.   Kemudian  Kami  jadikan  saripati itu  air  mani  (yang disimpan)  dalam   tempat  yang  kokoh  (rahim). QS. 23 ; 12-13

Ayat ini menunjukkan asal kejadian jasmani manusia. Setelah kejadiannya sempurna di dalam rahim ibu, maka Allah meniupkan ruh kedalamnya

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya (jasad)  roh (ciptaan)-Nya, QS. 32;9

Allah menyebut ruh itu sebagian dari fitrah-Nya yang Dia namakan Annas

Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. QS. 30;30

Jadi di dalam Al Qur’an Allah menamakan manusia yang berasal dari tanah dengan sebutan insan sedangkan  manusia yang berasal  dari  fitrah  Allah  disebut  annas.

Tahulah kita jadi yang dipanggil ke Mekah untuk berhaji adalah Annas (Ruh).

Dan serulah Annas (manusia) untuk berhaji, QS. 22;27

Jadi  kalau kita sudah berniat untuk memenuhi undangan Allah, maka ruhani harus dipersiapkan dengan sebenar-benarnya.  Sebagaimana jasad,  ruh  juga  butuh  mandi, makan dan juga pendidikan.

PERSIAPAN RUH UNTUK MEMENUHI UNDANGAN ALLAH

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafas, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji, dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. QS. 2;197

Kalau anda sudah berniat ingin ke Mekah tahun ini, usahakan puasa  anda  bisa mencapai idul fitri  yang  artinya  kembali  fitrah.

Di bulan Syawal pertama anda sudah mulai menjauhi perbuatan rafas artinya tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh  atau  tidak baik;  kedua tidak boleh fasik.  Arti  fasik adalah sudah tahu pekerjaan itu salah tapi masih terus dikerjakan. Dan yang ketiga tidak boleh berbantah – bantahan

Apa saja perbuatan – perbuatan baik yang sudah kita lakukan untuk persiapan haji niscaya Allah mengetahuinya.

Berbekallah untuk berhaji;  bawa baju,  bawa uang  tapi  sebaik-baik bekal adalah TAQWA.

Apa TAQWA  itu?

Ada ulama yang menguraikan tentang TAQWA

TA  = singkatan   Tawadu’

Q    = singkatan   Qonaah

WA = singkatan   Waro’

Tawadu’ = di kepala kita hanya Allah yaitu

mengharap ampunan Nya

mengharap sayang Nya

mengharap ridho Nya

mengharap rahmat Nya

Qonaah = menerima apa adanya.

Ada sebagian jamaah haji ketika di Mekah ngomel saja karena tempatnya tidak sesuai dengan seleranya. Biasa di rumah tempatnya enak  tapi di Mekah  tidak enak, dan banyak lagi kejadian – kejadian yang tidak sesuai dengan seleranya. Biasanya orang – orang  semacam itu di Mekah banyak pula ujiannya, karena dia belum qonaah.

Waro’ = artinya harus rendah hati.

Ada jamaah yang diingatkan: “Bu hati – hati kalau pergi ke masjid jangan sendirian nanti tidak bisa pulang atau kesasar”. Ibu itu menjawab: “Di Amerika saja saya tidak kesasar apalagi di Mekah”. Apa yang terjadi?  Ibu itu sholat di masjid dan  ketika  ingin   pulang dia tidak  melihat  pintu. Dia hanya  berputar-putar di dalam masjid, setelah sore dia baru  sadar  dan  dia pun  meminta  ampun  kepada Allah. Setelah Allah mengampuninya barulah dia menampak  pintu  keluar masjid.

Ini sebagai contoh bagi seseorang yang tidak waro’