Mengenal maha penciptaPenulis: Hj. Farida Hanum

Penerbit: Pustaka Raudhatul Muttaqin

RESENSI

Setiap manusia mempunya apa yang disebut sebagai the will to believe (kehendak untuk percaya) atau fithratu-at-tadayyun (fitra untuk beragama). Sebab iman, keyakinan, kepercayaan dan hidup bertuhan ternyata bukan hanya dimiliki oleh kaum beragama saja, tetapi juga oleh setiap manusia. Bahkan mereka yang mengaku dirinya atheis pun pada dasarnya juga mempercayai keberadaan Tuhan. Yakni tuhan sebagai suatu hal yang mendominasi dirinya dan menjadi orientasi hidupnya. Hanya saja barangkali tuhan mereka berbeda; kadang berbentuk uang dan pada saat yang lain berbentuk barang atau orang.

Kisah Hayy Ibnu Yaqzhan yang ditulis Ibnu Thufail memberi ibrah berharga tentang bagaimana manusia bertuhan. Dikisahkan, ada seorang manusia yang tumbuh di hutan, dibimbing dan dibesarkan oleh hewan-hewan, tanpa pengajaran dan tanpa bacaan. Dia diarahkan oleh fitrah kepercayaan (the will to believe) di dalam dirinya. Tapi ternyata, di belakang hari ia mampu menemukan konsepsi tentang Tuhan yang sama dengan konsepsi Tuhan kaum agamawan.

Apakah Hayy Ibnu Yaqzhan hanya menggunakan insting ketuhanan di dalam dirinya untuk menemukan Tuhan yang benar? Apakah manusia yang lain seperti para petani, pedagang, peternak, pegawai, pengangguran, anak kecil, orang dewasa baik pria maupun wanita juga bisa mengenal Tuhan? Kalau bisa, bagaimana caranya?

Buku ini mengangkat sudut pandang berbeda dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, yakni sudut pandang Qur’ani. Dengan begitu, buku ini berusaha untuk mengobati dahaga keinginan manusia untuk mengenal penciptanya melalui cara-cara yang benar. Pembaca akan diajak menyusuri relung pemikiran tentang Tuhan yang sebenarnya sangat mendalam, namun dapat disajikan oleh penulis dengan sajian yang lunak, lugas dan bernas.

Selamat membaca dan menikmati!